Usaha Peternakan Ayam Pedaging di Masa Pandemi Covid -19 pada Tahun 2020

Rasa cemas dan panik selalu menghampiri hati para pelaku bisnis ketika krisis ekonomi menyebar di hampir seluruh negara di dunia akibat COVID-19. Alasannya, pebisnis khawatir usaha yang mereka jalani akan terkena imbas atau krisis dikemudian hari. Banyak yang bertanya apakah Pandemi covid-19 berdampak pada Usaha Peternakan Ayam Broiler???
Jelas berdampak karena peternakan adalah bisnis pangan penyedia protein hewani no 1 bagi masyarakat Indonesia.

Harga panen ayam yang sangat fluktuatif dan tidak seimbang antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan harga ayam pasca panen menjadikan faktor yang sangat berpengaruh pada masa pandemi covid-19.

Adanya anjuran pemerintah untuk dirumah saja, otomatis berimbas kepada para pelaku bisnis seperti Hotel, Restoran, Katering yang mengalami penurunan permintaan bahan baku dari protein hewani khususnya daging ayam.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga berdampak kepada pemasaran ayam pedaging. Banyak kota-kota besar yang ditutup akses masuknya untuk meminimalisir rantai penyebaran covid-19 sehingga stok ayam pedaging didaerah akan mengalami peningkatan jumlah dan tidak diiringi dengan tingginya permintaan daging ayam sehingga nilai pasar ayam pedaging mengalami penurunan harga yang sangat drastis di masa Pandemi Covid-19.

Jadi ketika peternakan ayam skala menengah kebawah tidak diimbangi dengan daya beli konsumen yang tinggi maka dengan cepat akan mengalami kolaps atau bangkrut karena biaya produksi yang terus berjalan sangatlah tinggi.