Trend Masyarakat untuk Beternak Ayam Jowo Super (Joper)

Judul :

Trend Masyarakat untuk Beternak Ayam Jowo Super (Joper)

 

Penulis :

Rico Anggriawan

 

Latar Belakang Penulis :

Akademisi dan Praktisi Hewan

Ayam jowo super atau sering disingkat Ayam Joper merupakan ayam hasil persilangan antara ayam kampung dengan strain ayam lain yang memiliki nilai genetik lebih baik dibandingkan strain ayam jenis lain, baik dari segi produksi maupun adaptasi terhadap iklim tropis di Indonesia.

Ayam Joper memiliki masa panen yang lebih cepat dibandingkan ayam kampung. Pada saat usia 40-60 hari ayam joper bisa dipanen tergantung permintaan pasar, sehingga pada saat ini ayam joper sangat diminati oleh kalangan peternak unggas.

Untuk pemeliharaan ayam joper sendiri tidak membutuhkan lahan yang sangat luas, tingkat amonia pada feses nya tidak terlalu menyengat layaknya ayam broiler maupun ayam layer, manajemen pemeliharaan yang cukup mudah, relatif lebih tahan terhadap infeksi penyakit pada unggas dan yang tidak kalah penting ialah permintaan ayam joper terus meningkat setiap tahunnya karena masyarakat sadar akan hidup sehat.

Dari sini, saya akan membahas Manajemen pemeliharaan ayam jowo super (Joper) mulai dari Day Old Chicken (doc) sampai masa panen. Manajemen pemeliharaannya sebagai berikut :

  1. Manajemen Bibit

Bibit ayam atau yang lazim disebut Day Old Chicken (doc) merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam keberhasilan usaha beternak ayam jowo super. Rata-rata peternak membeli doc ayam joper dalam bentuk box dan per box nya berisi 100 – 102 ekor doc.

Doc ayam joper yang sehat memiliki ciri-ciri antara lain, bulu yang mengkilat, kondisi lincah, tidak ada cacat fisik, tidak ada penyakit saluran pernafasan, berat doc rata-rata 37 gram per ekor dan bebas omphalitis atau radang pusar.

  1. Manajemen Pakan

Pada saat chick in atau masuk kandang maka bibit atau doc ayam joper disarankan untuk diberikan larutan gula 10% tujuannya untuk mengganti tenaga yang hilang pada saat pengiriman.

Untuk ayam joper usia dibawah 3 minggu maka disarankan untuk diberikan pakan konsentrat fase starter bisa menggunakan pakan komersial maupun hasil ransum sendiri. Pada saat usia ayam lebih dari 3 minggu maka pakan sudah bisa dicampurkan pakan pelengkap yaitu berupa kedelai, dedak, bungkil jagung dan tepung tulang (MBM) namun harganya relatif mahal.

  1. Manajemen Perkandangan

Kandang merupakan tempat produksi ayam joper dalam hal ini daging, ayam mulai dari doc sampai panen berada di kandang maka kandang merupakan komponen yang sangat krusial dalam beternak ayam jowo super.

Komponen kandang yang penting untuk diperhatikan adalah tingkat kepadatan atau populasi kandang, sirkulasi udara pada kandang, suhu udara, kelembaban udara dan bebas akan serangan predator seperti ular maupun anjing.

Secara umum kandang ayam jowo super memiliki dua bentuk yaitu kandang panggung dan kandang postal atau litter dibawah.

Dari kedua bentuk kandang tersebut memilki kelebihannya masing-masing. Untuk kandang panggung memiliki kelebihan yaitu sirkulasi udara yang lancar, kandang lebih mudah dibersihkan, minim akan resiko penularan penyakit yang disebabkan oleh feses atau kotoran ayam karena feses langsung jatuh ke bawah sementara ayam berada pada panggung. Begitu sebaliknya pada kandang postal atau litter memiliki keunggulan yaitu kandang lebih kuat dan minim akan nilai perbaikan , mencegah kemungkinan masukknya predator seperti ular dan tikus dan memberikan tempat pada ayam untuk mengais tanah karena hal tersebut merupakan sifat alami dari ayam.

  1. Manajemen Penyakit

Ada beberapa penyakit yang sering menginfeksi ternak khususnya ayam jowo super biasanya disebabkan dari tingkat kebersihan kandang maka disarankan melakukan penyemprotan dessinfektan pada kandang secara rutin guna mencegah penularan penyakit akibat higienis sanitasi kandang.

Biasanya ayam yang berusia lebih dari 30 hari memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibandingkan ayam doc. Beberapa penyakit yang sering menginfeksi ayam antara lain :

  1. New Chastle Disease (Tetelo)
  2. Infectious Bursal Disease (Gumboro)
  3. Avian Influenza
  4. Snot/ Coryza
  5. Coccidiosis

 

  1. Manajemen Vitamin dan obat-obatan

Pada saat ayam berusia kurang satu bulan bisa memberikan tambahan vitamin berupa vitachick, dlsb, tujuannya ialah supaya ayam tidak mudah stres dan lebih tahan terhadap penyakit.

Program vaksinasi bisa dilakukan pada usia 1 – 5 hari dengan pemberian vaksinasi ND – Ai dan ND-iB dilakukan melalui tetes hidung atau nostril.

Untuk maksimalkan produksi dalam hal ini daging bisa memberika  vitamin A, B kompleks, C, D, E dan K.

Sekian sharing ilmu tentang Manajemen Pemeliharaan Ayam Jowo Super (Joper)

Semoga bermanfaat dan tunggu tulisan saya lebih detailnya.

Maturnuwun